Sumber :INFO KESEHATAN
Februari 11, 2009 pada 10:45 am (Kesehatan)
Yang berbahaya dilingkungan kita :
1. BEKAS BOTOL AQUA

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.

2 . PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MI INSTAN
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya
waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin
dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai “pelindung ” makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak
bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.

Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
A. Kertas
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau organ kita. pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti : ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang.
Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
B. Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat
bahan kimia karsinogen dalam makanan.

JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN DAN KIRIMKAN TULISAN INI SEBANYAK
MUNGKIN KEPADA SAHABAT ANDA.
Biasanya, kita memasak mie instant (mi siap saji) adalah dengan cara
mendidihkan air kemudian memasukan mie ke dalamnya setelah itu
memasukkan bumbu dan masak kira-kira 3 menit, angkat kemudian siap
untuk dimakan.
Sebenarnya ini adalah metode yang SALAH dalam memasak mie instant (mi
siap saji).
Dengan melakukan cara tersebut, sebenarnya kita memasak mi bersamaan
dengan bumbu-bumbu di dalam air yang mendidih, yang pada dasarnya
bumbu-bumbu tersebut mengandung MSG (bahan penyedap), secara tidak
lansung itu akan merubah senyawa kimia dari bahan penyadap itu sendiri
menjadi racun.
Selain itu bahwa kamu sadar atau tidak, bahwa mie instant adalah mie
yang sebenarnya dilapisi bahan lilin dan itu akan membutuhkan waktu
sekitar 4 sampai 5 hari untuk tubuh kita memproses pengeluarkan
lapisan lilin tersebut setelah mengkonsumsinya.
Jadi inilah tata cara memasak mie instant secara benar tanpa menyakiti
tubuh ataupun merusak kesehatan, yang mungkin sudah kamu ketahui
ataupun tidak.
(1) Didihkan air di dalam panci kemudian masukkan mi kedalamnya
(2) Apabila mi sudah matang, angkat dan tiriskan mi dengan menggunakan
saringan kemudian buang sisa air rebusan, yang dimana air tersebut
mengandung lapisan lilin.
(3) Didihkan air kembali di dalam panci sampai mendidih, masukkan mie
ke dalamnya kemudian matikan api.
(4) Pada langkah inilah ketika api dimatikan tetapi air masih panas
barulah masukkan semua bumbu-bumbu untuk membuat mie instant dengan
sup.
(5) Apabila kamu akan membuat mi goreng, angkat mie dari air yang
sudah mendidih, tiriskan mi kemudian campurkan dengan bumbu-bumbu,
siap disajikan sebagai mi goreng kering.
Mudah-mudahan informasi ini sangat berguna bagi kesehatan penggemar
mie instant, dan mohon pakailah metode memasak mie instant tersebut
dengan memperhatikan efek sampingnya.

2 Comments on Beberapa Tips Info Kesehatan

  1. icha dechapoe says:

    asslammualaikum, om…

    Ngeri juga bacanya, adik seneng banget ama mi instant, harus diinfo nich :)

    Wassalam

Leave a Reply