Kamis, 30 Juli 2015 KONI-LeKOP Sinergi Demi Pra PON SAMARINDA. Tahun ini menjadi masa yang krusial bagi KONI Kaltim. Sebab 2015 merupakan tahun dimana seluruh cabang olahraga (cabor) akan menggelar babak pra kualifikasi PON XIX/2016 Jawa Barat atau Pra PON. Hanya atlet yang lolos pra kualifikasi yang akan bertanding di PON. Namun tanggung jawab untuk mempertahankan prestasi lima besar di PON tak bisa hanya dibebankan kepada KONI Kaltim, tetapi juga perlu dukungan pihak lain seperti Pemprov maupun DPRD Kaltim. Termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) olahraga. Karena itulah untuk pertama kalinya, Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) mengundang KONI Kaltim untuk berdiskusi membahas program demi menghadapi Pra PON. Dari KONI, langsung hadir Ketua Umum Zuhdi Yahya didampingi sejumlah pengurus lainnya. Sementara dari LeKOP turut dihadiri penasihat LeKOP Achmad Husry dan anggota LeKOP lainnya. Pertemuan berlangsung di Kolam Ulin Arya dengan suasana santai. Zuhdi mengatakan pasca PON, KONI bergerak cepat dengan menyiapkan TC Desentralisasi Mandiri di masing-masing cabor. Namun resminya TC Desentralisasi Mandiri dimulakan pada Februari 2014 hingga 2016 mendatang. “TC Desentralisasi Mandiri kita laksanakan selama dua tahun, ditambah TC Sentralisasi yang rencananya delapan bulan. Artinya mulai Januari. Tapi minimal enam bulan, tergantung anggarannya,” jelas Zuhdi. Dengan persiapan yang hampir tiga tahun itu, KONI menargetkan atlet lolos sebanyak-banyaknya. Kalau tahun ini tidak berhasil meloloskan banyak atlet ke PON, Zuhdi mengatakan, jangan harap Kaltim bisa berhasil di PON. “Makanya tahun ini kita habis-habisan di Pra PON,” tambahnya. Dalam pertemuan itu Zuhdi juga menyinggung anggaran hibah yang diterima KONI. Pada APBD Kaltim 2013 lalu, KONI mendapat anggaran sekitar Rp 20 miliar. Pada 2014 mendapat sekitar Rp 46 miliar, APBD Perubahan 2014 tidak dapat dan di APBD 2015 mendapat sekitar Rp 54,5 miliar. “Sementara provinsi lain sudah ada yang mencapai Rp 100 miliar. Bahkan DKI Jakarta kabarnya hingga Rp 1 triliun,” tegasnya. Di APBD Kaltim Perubahan 2015 ini, KONI disebut-sebut akan dibantu Rp 70-an miliar. “Jika benar dapat segitu, kita bisa bernapas sedikit untuk membeli peralatan untuk atlet,” terang Zuhdi. Mengenai peralatan ini, lanjut Zuhdi, KONI terpaksa mencicil. Artinya hanya peralatan yang melekat di atlet saja yang dibantu. Itu pun harus melalui verifikasi dari Binpres. Namun Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berjanji akan mengerahkan bapak angkat untuk membantu cabor-cabor. “Tapi kita harapkan kalau bisa untuk persiapan Pra PON ini sudah dibantu. Mungkin bisa bantu peralatan atau tryout,” tandasnya. Zuhdi mengingatkan, tak hanya Kaltim yang mengincar posisi masuk lima besar. Tetapi ada daerah lain seperti Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Selatan serta Bali yang juga perlu diwaspadai. Sementara DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan pesaing utama. “Kita boleh-boleh saja coba pertahankan atau naik (naikkan target, Red), tetapi juga harus perhatikan daerah lain,” tegasnya. Achmad Husry setelah mendengar penjelasan dari Zuhdi menegaskan program KONI sudah disusun dengan sangat baik. Tinggal implementasinya saja. Menurut dia, yang paling perlu dicermati saat ini adalah dukungan dana dari Pemprov Kaltim. “Kalau dukungan dana tidak ada, atlet seperti pungguk merindukan bulan,” jelasnya. Karena itulah, lanjut Husry, LeKOP diharapkan dapat berperan dengan mengingatkan pemerintah provinsi. “Memang perlu keberanian untuk menyampaikan, supaya prestasi bisa terbentuk dan KONI bisa menjalankan programnya dengan benar,” tegasnya. Menurut Husry KONI tidak bisa dibiarkan sendirian memikul tanggung jawab mewujudkan target lima besar di PON. Mantan ketua umum Penprov PJSI Kaltim ini mengatakan, saat KONI tidak mampu mewujudkan target lalu lantas menjadi sasaran kritik. Tetapi di sisi lain KONI juga tidak mendapat dukungan khususnya dari segi anggaran. “KONI ini jangan dibiarkan berjalan sendiri. Tetapi diminta atau tidak, LeKOP akan terus melakukan kajian,” pungkasnya. Zuhdi pun sependapat dengan Husry. Menurutnya, target lima besar akan lebih mudah diwujudkan jika ditangani bersama. “Dan kami juga terbuka menerima saran, baik dari LeKOP maupun dari LSM olahraga lainnya,” tutup Zuhdi. (nin) Edisi Sapos a.. 21:19:05 Search Index Berita Hari Ini … Sebelumnya Berharap Semua Daerah Hadir Bisa Imbangi Lawan Kodrat Kaltim Mulai Jaring Atlet Balikpapan Kuasai Senior, Junior Direbut Bontang Anggar Kaltim Kantongi 4 Emas Taekwondoin Kaltim Tryout ke Korea PR Berat Perbakin Menanti Kutim Mulai Berbenah Berburu Tiket Kejurnas Tiga Pemanjat Ikuti Kejuaraan Dunia Advertorial News Dahlan Menyapa lewat Video SEJAK diluncurkan 7 Juni lalu, situs www.gardudahlan.com telah dikunjungi lebih. Kaltim Post Group Kaltim Post – Radar Banjarmasin – Balikpapan Pos – Samarinda Pos – Radar Tarakan – Kalteng Pos – Radar Sampit – Radar Sulteng – Berau Post – Bontang Post – Radio KPFM

Tags:

Leave a Reply