Sent: Sunday, April 05, 2015 07:21 AM Subject: Proses hamil endometriosis, myom, dan kista Dear kawan, apa kabar? semoga semuanya baik-baik saja ya… hidup tidak mungkin selalu mulus, sesekali ada riak kecil atau bahkan gelombang besar. Tapi semoga kita semua bisa menjalaninya dengan baik dan kuat. Amien. Termasuk di saluran reproduksi wanita. Tidak selalu normal dan mulus, kadang ada yang benjol-benjol akibat adanya gangguan. Secara kebetulan dalam waktu yang berdekatan ada beberapa kawan yang menanyakan tentang keluhannya.. yang satu tentang endometriosis, yang satu tentang kista ovarium, dan yang satu tentang myoma. K arena itu, kupikir ada manfaatnya untuk mengangkat topik ini dalam tulisanku kali ini… Aku yakin masyarakat awam kadang masih belum bisa membedakan antara ketiganya. Dan biarpun ini penyakit wanita, pria perlu tau juga loh….. Apa bedanya endometriosis, myoma dan kista? Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan yang mirip dengan lapisan dinding rahim (yang mestinya hanya berada di dalam rahim) ditemukan atau tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid. Lesi endometriosis dapat ditemukan di manapun di rongga panggul, seperti pada ovarium, saluran tuba, dinding panggul (peritoneum), ligamen uterosakral, atau sekat antara vagina dan rektum, dll. Bahkan bisa juga dijumpai pada luka bekas operasi Caesar, bekas luka laparoskopi / laparotomi, di kandung kemih, usus buntu, dan usus besar. Bahkan pada kasus yang lebih jarang, endometriosis dapat ditemukan di dalam vagina, kulit, tulang belakang, paru, bahkan otak. Sedangkan myoma, tepatnya myoma uteri atau disebut juga uterine fibroid, adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), serta submukosa (menonjol ke arah rongga rahim). Mioma bervariasi dalam ukuran dan jumlahnya, kebanyakan tumbuh lambat dan biasanya tidak menimbulkan gejala. Mioma yang tidak menyebabkan gejala tidak perlu diobati. Hanya sekitar 25% dari mioma yang akan menimbulkan gejala dan perlu perawatan medis. Mioma mungkin tumbuh sebagai nodul tunggal atau dalam kelompok dan terdapat dalam berbagai ukuran, dari 1 mm sampai lebih dari 20 cm. Mioma adalah tumor yang paling sering didiagnosis pada panggul wanita dan merupakan penyebab tersering wanita menjalani histerektomi . Meskipun mereka sering disebut sebagai tumor, mereka tidak ganas dan bukan kanker. Sementara, kista ovarii adalah berbentuk suatu kantung berisi cairan, yang bisa kental seperti gel (mucus/lendir), atau bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Jenis kista yang paling sering dijumpai adalah kista follicular. Pada wanita terdapat ovarium seukuran kenari yang terletak pada setiap sisi uterus. Satu ovarium menghasilkan satu sel telur setiap bulan, dan prosesnya mengawali siklus bulanan menstruasi wanita. Telur itu terdapat dalam kantung yang disebut folikel. Telur tumbuh terus di dalam ovarium, dan pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan mempersiapkan untuk implantasi telur yang dibuahi sehingga terjadi kehamilan. Siklus ini terjadi setiap bulan dan biasanya berakhir ketika telur tidak dibuahi, dan jadilah menstruasi. Dalam gambar USG, kista ovarium menyerupai gelembung. Kista hanya berisi cairan dan dikelilingi oleh dinding yang sangat tipis. Kista jenis ini juga disebut kista fungsional. Kista terbentuk jika folikel gagal melepaskan telur, dan cairan tetap ada di dalam. Ini biasanya terjadi di salah satu ovarium. Kista kecil bisa dijumpai dalam ovarium normal ketika folikel sedang terbentuk. Sebagian besar kista ovarium dianggap fungsional (atau fisiologis). Ini berarti mereka terjadi secara normal dan bukan merupakan bagian dari proses penyakit. Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak, yang berarti mereka bukan kanker, dan kebanyakan hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu tanpa pengobatan. Namun, sebagian kista memang ada yang dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium. Jika kistanya berkembang dari endometrium disebut kista endometrium, atau kista coklat. Apa gejala endometriosis, kista dan myoma? Gejala penyakit-penyakit wanita ini hampir mirip satu sama lain, yang paling umum adalah nyeri panggul dan perut bawah. Rasa sakitnya sering berkorelasi dengan siklus menstruasi, namun seorang wanita dengan endometriosis juga mungkin mengalami rasa sakit pada waktu lain selama siklus bulanannya. Pada sebagian wanita, walaupun tidak semua orang, rasa sakitnya bisa cukup berat, sehingga membuatnya tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari. Nyerinya bisa dirasakan sebelum, selama, atau setelah menstruasi; selama ovulasi, ketika buang air kecil, selama atau setelah hubungan seksual, dan di daerah punggung bawah. Selain itu mungkin juga ada gejala lain seperti : diare atau sembelit (khususnya sehubungan dengan menstruasi), perut kembung (khususnya sehubungan dengan menstruasi), perdarahan berat dan tidak teratur, serta kelelahan. Gejala yang terkenal lainnya yang berhubungan dengan endometriosis adalah infertilitas. Diperkirakan 30-40% perempuan dengan endometriosis mengalami kekurang- suburan. Untuk memastikan adanya gangguan-gangguan ini diperlukan pemeriksaan USG atau laparoskopi.

Tags:

Leave a Reply