Sperma merupakan salah satu faktor yang menentukan seorang wanita bisa hamil. Banyak cara yang dilakukan pria untuk mendapatkan kualitas sperma yang baik. Tapi bagi pria penderita Azoospermia (sperma kosong) sangat sulit menghamili perempuan karena cairan spermanya tak berisi sel sperma alias kosong. Azoospermia (sperma kosong) adalah istilah yang digunakan ketika seorang pria tidak dapat mengeluarkan sperma sama sekali pada saat terjadi ejakulasi hanya ada cairan yang kosong sel sperma. Ini adalah penyebab utama laki-laki subfertility, kondisi dimana seorang pria tidak mungkin untuk membuat seorang wanita hamil. Azoospermia (sperma kosong) dikenal juga dengan istilah Sperma encer, mani encer, atau oligospermia. Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari testicles atau testis, prostat, penis, skrotum, vas deferens, epididimis, dan duktus seminalis. Biasanya testis dalam skrotum menghasilkan sperma yang kemudian mengalir melalui epididimis, vas deferens, dan saluran mani. Sperma bercampur dengan cairan di dalam saluran mani untuk membentuk air mani, yang meninggalkan tubuh melalui penis. Semen atau air mani adalah cairan kental, putih, berisi sperma dilepaskan selama ejakulasi. Masalah pada Azoospermia (sperma kosong) berkaitan dengan masalah pada produksi sperma atau aliran sperma. Menurut salah satu sumber ada tiga penyebab kurangnya produksi sperma, yakni gangguan hormon, kegagalan testis, dan varicocele. 1. Gangguan hormon Testis memerlukan hormon hipofisis untuk merangsang membuat sperma. Jika hormon tersebut tidak ada atau sangat kurang, maka testis tidak akan memproduksi sperma secara maksimal. Gangguan hormon bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti androgen (steroid), antibiotik, dan obat-obatan untuk mengobati peradangan atau kanker. Rokok, alkohol, dan narkotika juga dapat menyebabkan gangguan hormon. 2. Kegagalan testis Kegagalan testis merujuk pada ketidakmampuan testis (epitel seminiferus) memproduksi sperma, untuk membuat jumlah sperma matang yang memadai. Kegagalan ini bisa terjadi pada setiap tahap dalam produksi sperma. Ada beberapa alasan penyebab kegagalan testis, yaitu testis tidak memiliki sel-sel yang membelah menjadi sperma atau yang disebut ‘Sertoli cell- only syndrome’, sperma tidak mampu menyelesaikan tahap perkembangannya (maturation arrest), dan juga disebabkan oleh adanya kelainan genetik. 3. Varicocele Varicocele atau varises di buah zakar adalah terbukanya pembuluh darah di dalam skrotum. Varicocele sama halnya dengan varises yang biasa terjadi di kaki. Pembuluh darah vena yang membesar dan terbuka disebabkan karena darah tidak mengalir dengan baik. Pelebaran pembuluh darah menyebabkan banyak darah yang mengalir ke skrotum, yang berakibat negatif pada produksi sperma.

Tags:

Leave a Reply