P1320036Pelatih dan Daerah Try Out, Penyokong Penting Selain Anggaran Diskusi Olahraga LeKOP Kaltim, KONI Kaltim, dan Dispora Kaltim OLAHRAGA | Jumat, 22 Agustus 2014 | dibaca: 308 kali Pembicaraan tentang persiapan Kaltim menghadapi ajang Pra-PON 2015 ataupun PON XIX/2016 di Jawa Barat, memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Itu pula yang tertuang dalam diskusi olahraga yang berlangsung di Gazebo Kolam Pemancingan Ulin Arya Jalan PM Noor, Samarinda, Rabu (20/8). ACARA yang digagas Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) Kaltim dihadiri oleh sejumlah instansi yang erat kaitannya dengan olahraga, seperti KONI Kaltim dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. P1320037Dalam diskusi tersebut, Sabran Malisi selaku Ketua LeKOP Kaltim menjadi narasumber memaparkan sejumlah materi. Salah satunya tentang perkiraan dana yang ideal digunakan KONI Kaltim dalam menjaga target Kaltim pada posisi 5 besar dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat. Sabran menjelaskan pada 2015 mendatang, Kaltim minimal memerlukan dana sekitar Rp 121 miliar untuk bisa menjalankan semua program pembinaan, termasuk mempersiapkan diri menghadapi Pra-PON yang urgensinya jauh lebih tinggi ketimbang PON. Usulan tersebut sejalan dengan perkiraan anggaran yang dimiliki KONI Kaltim, yakni Rp 144 miliar. Hanya belakangan rencana tersebut menghadapi sandungan, lantaran dari DPRD Kaltim hanya menyetujui anggaran senilai Rp 25 miliar. “Dengan jumlah demikian, tentu akan menjadi sangat sulit untuk bisa bekerja optimal. Tetapi bukan berarti tidak bisa diakali,” jelasnya. Menurutnya, dana memang menjadi begitu penting sifatnya sebagai tonggak utama dalam menggerakkan program yang akan dilaksanakan nantinya. Menariknya tanggapan beragam muncul dari peserta yang hadir. Salah satunya dari Dispora Kaltim yang diwakili oleh Kabid Olahraga Ego Arifin. Menurut Ego, selain soal fulus, peningkatan sumber daya manusia, terkhusus pelatih merupakan salah satu aspek penting. “Jumlah pelatih yang kita miliki terbilang sedikit, padahal mereka merupakan sosok yang paling dekat dengan atlet, sehingga paling tahu tentang potensi medali yang bisa dibawa nanti, dari Pra-PON ataupun PON nanti,” jelas Ego. Sedangkan dari KONI Kaltim, melalui Wakil Ketua IV Rusdiansyah Aras sangat berterima kasih dengan usulan yang diberikan LeKOP Kaltim. Dirinya mengatakan, tentu akan menyerap aspirasi terbaik yang muncul dalam diskusi tersebut. Terlepas dari minimnya dana yang bakal didapat KONI Kaltim nantinya, Rusdi punya pandangan lain terkhusus tentang persiapan para atlet. “Tidak boleh dilupakan, tempat para atlet menjalani uji coba selama ini turut memengaruhi kemampuan mereka dalam beradaptasi di tempat pelaksanaan PON di Jawa Barat nanti,” ucapnya. Ya, belakangan uji coba memang menjadi tren bagi sejumlah cabor dalam mempersiapkan diri menghadapi sederet agenda tersebut. Menurut Rusdi, jika tidak cermat, bukannya semakin matang, uji coba tersebut malah menyulitkan membiasakan diri ketika sudah menjajaki Bumi Pasundan nantinya. Sebagai gambaran, Rusdi membandingkan, tinggi daratan di Kaltim dengan Jawa Barat. “Jawa Barat berada di atas 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan Kaltim umumnya di kisaran 0-200 mdpl. Perbedaan kadar oksigen yang didapat serta suhu yang jauh berbeda pasti dirasakan nantinya. Kondisi tersebut pasti kurang menguntungkan bagi atlet yang jarang beraktivitas di lingkungan seperti demikian,” ucapnya. Itu pula yang membuat dirinya menyarankan agar selanjutnya uji coba dilakukan di tempat yang beratmosfer tidak jauh berbeda dengan Jawa Barat. “Malang bisa menjadi alternatif bagus karena seperti yang kita tahu Malang berada di ketinggian yang tidak jauh berbeda. Atau di Australia pun bisa menjadi pilihan bagus jika ada keinginan uji coba di luar negeri,” pungkasnya. (*/ndy/is/k15)

Tags:

Leave a Reply