DSCN8510DSCN84592014-08-27 16:04 GMT+07:00 johansyah amin <johan_ina@yahoo.co.id>: Ajak Anak Bergerak Agar Otaknya Pulau PariCELOTEH | Rabu, 27 Agustus 2014 | dibaca: 79 kali PUNYA anak yang aktif dan lincah kadang membuat orang tua merasa kewalahan. Tapi, tahukah Anda, ternyata anak yang aktif dan senang melakukan aktivitas fisik ternyata memiliki volume otak yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak terlalu aktif. Studi dari Illnois University menemukan jika anak yang aktif secara fisik memiliki ‘materi putih’ lebih banyak di otak mereka. Materi putih ini terdapat pada area yang berhubungan dengan kemampuan anak dalam menyimpan memori, belajar, dan perhatian ketika bekerja dalam kelompok, demikian diikutip dari berbagai sumber. Aktivitas fisik yang dilakukan secara benar oleh seorang anak dapat memengaruhi kesehatan badan dan pikiran mereka. Sebuah studi menggunakan gambaran otak untuk mencari tahu hubungan antara kesehatan badan dan mental pada anak usia 9-10 tahun. dr Laura Chaddock-Heyman, peneliti dari Illinois University mengatakan jika studi sebelumnya memang menyatakan anak dengan tingkat kesehatan lebih tinggi menunjukkan volume otak yang lebih baik di wilayah ‘materi abu-abu’ dalam otak. Hal ini berhubungan dengan kemampuan anak dalam menyimpan memori dan belajar. “Sekarang, untuk pertama kalinya kami mencari tahu bagaimana kesehatan dapat berhubungan dengan materi putih yang terdapat dalam otak anak,” ujar Heyman. Seluruh saluran yang berhubungan dengan materi tersebut memainkan peran terhadap perhatian dan memori anak. Studi ini pun menunjukkan jika struktur dari materi putih ini mungkin membuat anak yang lebih sehat di sekolah dapat melakukan tugasnya lebih baik dibandingkan dengan temannya. Penelitian sebelumnya pun pernah menemukan jika orang dewasa yang memiliki materi putih di otak lebih banyak dapat melakukan pekerjaannya lebih baik. dr. Arthur Kramer, profesor psikologi dari Illinois University pun mengatakan jika penelitian sebelumnya juga telah melaporkan hubungan antara kesehatan dengan keutuhan materi putih pada orang dewasa. Oleh sebab itu, kesehatan dan kebugaran memiliki peran untuk membentuk materi putih dalam otak. Peneliti melakukan pengamatan terhadap 24 anak dengan melakukan scan menggunakan diffusion tensor imaging (DTI) untuk melihat lima saluran materi putih dalam otak. Peneliti melihat beberapa faktor lain seperti status sosial dan ekonomi, masa puber, serta IQ. Mereka melihat apakah faktor tersebut dapat berpengaruh terhadap materi putih dalam otak. Setelah dilakukan analisis, ternyata perbedaan mencolok terhadap saluran materi putih yang ada di otak anak dapat terlihat dari seberapa sehat dan bugar anak tersebut. Faktor-faktor lainnya tidak begitu berpengaruh. Untuk melanjutkan penelitian ini, dalam dua sampai lima tahun ke depan peneliti akan membuat percobaan apakah saluran materi dalam otak bisa meningkat pada anak yang secara rutin melakukan aktivitas fisik dan mempertahankannya dari waktu ke waktu.(rdn/up)

Tags:

Leave a Reply