Galih Pratama, Editor Video Arya Wiguna “Demi Tuhan!”
Terpilih sebagai Media Partner YouTube, Ingin Jadi Sutradara
Jumat, 10 Mei 2013 – 08:33:

Nama Arya Wiguna makin tenar setelah berselisih dengan Eyang Subur. Wajahnya pun sering nongol di layar kaca, khususnya di program infotainment. Gaya khas kemarahannya yang sering menyebut “Demi Tuhan” pun dijadikan video parodi. Tapi, tak banyak yang tahu kreator pertama video tersebut berasal dari Balikpapan.
RAHMAT SETIA HIDAYAT,
Balikpapan

GALIH, begitu ia akrab disapa, tak menduga video hasil karyanya yang diunggah ke YouTube bakal gempar. “Saya tahu, itu (video) lucu. Tapi enggak nyangka bakal seheboh ini,” ucap pria berkacamata ini memulai cerita.
Seperti diketahui, video yang ia beri judul “Arya Wiguna-Demi Tuhan” mengutip video kemarahan Arya Wiguna kepada Eyang Subur yang diunggah oleh beberapa infotainment. Galih menggabungkannya dengan beberapa film terkenal, dan dengan sedikit sentuhan kreativitas, dalam video yang baru menimbulkan kesan bahwa kemarahan Arya mampu menimbulkan ledakan yang luar biasa, bahkan bencana di mana-mana.
Alhasil, video tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa bagi para penghuni YouTube. Ini menjadi hal baru yang menghibur di tengah perselisihan antara kubu Arya Wiguna, Adi Bing Slamet dengan kubu Eyang Subur yang tak kunjung henti. Saat ini video tersebut sudah ditonton lebih dari 1,8 juta penonton. Sekaligus menularkan sindrom “Demi Tuhan!” di seluruh Indonesia.
Sejatinya, sudah sejak 2 tahun lalu Galih ingin membuat video parodi dari kemarahan seorang tokoh yang terkenal di Indonesia. Ini terinspirasi dari video kemarahan Antoine Dodson yang ia tonton 2 tahun lalu. Jalan ceritanya mirip, Dodson marah karena adiknya diperkosa.
Kemudian, ancaman dan kemarahan Dodson yang diunggah di YouTube dipermak menjadi sebuah lagu remix. Video parodi itu saat ini sudah dilihat oleh 200 juta penonton.
“Saya sempat mencari video anggota DPR yang sedang marah, atau pejabat-pejabat terkenal, tapi belum dapat. Nah, terakhir ini saya dapat kabar ada videonya Arya Wiguna yang sedang marah-marah. Setelah dibujuk teman, akhirnya saya buat video tersebut,” ucapnya.
Sebelumnya, pria berperawakan sedang dengan rambut belah tengah ini sempat mencari referensi dari jejaring sosial tentang penyebab kemarahan Arya Wiguna. Ia mengaku tak tertarik dengan gosip-gosip di kalangan selebritis. Seminggu kemudian, barulah di kamar industri sederhananya, ia mulai mempertontonkan kreativitasnya di depan sepupu dan seorang sahabatnya.
Gelak tawa menyelimuti proses pembuatan video parodi tersebut. Tepat pukul 15.00 Wita, video berhasil diunggah bermodalkan komputer jadul jenis AMD yang dibeli tahun 2008 lalu. Tak ada ekspektasi berlebihan dari Galih. Setelah itu, ia melanjutkan rutinitasnya seperti biasa, berjualan pisang keju.

***
Pria kelahiran 28 Desember, 23 tahun lalu ini memang belum memiliki pekerjaan yang mapan. Setelah lulus SMA tahun 2008, dia sempat menjadi penjaga warnet selama setahun, bekerja di bagian personalia perusahaan pertambangan batu bara selama 3 tahun, dan saat ini masih mencari pekerjaan baru.
Sulung dari tiga bersaudara yang tinggal di Jalan dr Sutomo RT 07, Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah ini mengaku tidak akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sebelum mendapat kerja dan mampu membiayai kuliahnya sendiri. “Orangtua saya sebenarnya mampu membiayai, tapi saya yang tidak tega,” begitu alasannya.
Di waktu senggangnya, Galih terbiasa menyibukkan diri di depan komputernya. Tidak ada yang mengajari, semua dilakukan secara autodidak. Hanya, semasa SMP, ia kenal dekat dengan salah seorang tutor komputer di sekolahnya, SMP 2. Dari situ dia banyak bertanya tentang software untuk editing video. Galih sendiri dari kecil bercita-cita ingin jadi sutradara. Ia memulai dengan membuat video dan film pendek.
Dari situ pula, dia mencari software bajakan di Balikpapan Plaza. Proses install software dilakukannya sendiri. Salah, coba lagi! Denga tekun, dia menjadi punya nilai lebih ketimbang teman-teman sebayanya di sekolah, terutama di bidang IT.
Semasa di SMA 8, Galih kerap tidak mengikuti pelajaran lantaran mengajari beberapa guru untuk menggunakan komputer. Ini menjadikannya dekat dengan para guru, yang tentunya berbuah manis. Pada saat kelulusan, Galih menerima piagam sebagai siswa paling kreatif di sekolahnya.
Galih memang aktif di jejaring sosial. Bersama temannya, Hari Susanto, mereka mengelola website movienthusiast.com yang sudah tak asing di telinga pencinta film. Website ini sudah dikunjungi 1,7 juta lebih pengunjung. Bahkan, dijadikan rujukan bagi para sutradara. Sesekali ia sempat dikirimi DVD original serta kaus dari para produser film, salah satunya film Hari untuk Amanda, tiga tahun lalu.
Galih memang hobi membuat film pendek. Meski hanya bermodal kamera Samsung Galaxy Note dengan layar LCD yang sudah retak, dia membuat film pendek sebagai ucapan selamat ulang tahun Balikpapan ke-116. Film pendek tersebut juga sudah masuk dalam daftar peserta lomba film pendek di Korea yang pengumuman nominasinya bulan depan.
***

Sepulang berjualan pisang keju, selepas magrib, Galih kaget. Ribuan pemberitahuan masuk di Samsung Galaxy Note miliknya yang langsung terkoneksi dengan akun email pribadinya. Dalam hitungan jam, video tersebut sudah dikunjungi 2 ribu orang.
Setelah ditelusuri, ternyata videonya di-tag oleh Panji, salah seorang comics dalam Stand Up Comedy. Dari situ, kalangan artis yang punya ribuan followers di akun twitter juga mulai ikut mempromosikan video tersebut. Tiga jam kemudian, pengunjung video tersebut sudah 300 ribu orang.
Keesokan harinya, Arya Wiguna ikut berkomentar dalam video tersebut. “Sama sekali tidak tersinggung dengan video ini. Justru bangga dan terharu bareng Adi Bing Slamet,” ucap Aria. Melalui akun twitter serta facebook milik Galih yang juga dicantumkan di video tersebut, Aria Wiguna menghubungi melalui jejaring sosial. Keduanya menjadi intens berkomunikasi.
Melalui pesan singkat, Aria mengatakan, “Kalau nanti diminta datang ke Jakarta siap ‘kan? Ada honornya lho, hehe… Tapi tidak tahu nanti tiket pesawatnya siapa yang nanggung. Tapi nanti saya ajukan deh,” janjinya. Arya juga mengaku nantinya sesekali akan ke Balikpapan untuk bertemu dengan orang yang sudah membuatnya terkenal.
Meski sudah berjasa, Galih tak berniat mengambil keuntungan apapun dari Arya. “Bagi saya, kita sekarang adalah teman. Saya tidak berpikir nanti bagaimana, tidak berpikir sejauh itu,” ucapnya.
Meski demikian, Galih bersyukur, karena berkat video tersebut dia dipilih sebagai media partner YouTube, yang tentunya pundi-pundi rupiah akan masuk ke rekeningnya dari hasil iklan yang muncul setiap videonya dikunjungi. (ibr)

Leave a Reply