Ikan Bandeng :SEORANG pengusaha yang telah berpuluh tahun menggeluti ekspor ikan ke seluruh dunia, bercerita tentang berbagai hal lucu tentang dunia perikanan di Indonesia. “Halah, ada apa nih!”
Rupanya, salah satu hal lucu sekaligus mengejutkan dirinya adalah fakta bahwa ternyata ikan Bandeng memiliki kandungan gizi yang jauh lebih baik dibandingkan ikan Salmon yang mendunia itu. Kandungan Omega-3 ikan Bandeng ternyata enam kali lebih tinggi dibandingkan ikan Salmon. Dan, kandungan lemak ‘sehat’ dalam perut ikan bandeng juga cukup tinggi sehingga bisa menjadi pilihan terbaik ikan konsumsi. Wow!

Fakta ini tentu lucu dan memunculkan pertanyaan, karena selama ini yang kita tahu ikan Salmon adalah ikan yang

Ikan Bandeng (Latin: Chanos chanos atau Inggris: Milkfish) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki rasa yang spesifik, dan telah dikenal di Indonesia bahkan di luar negeri. Menurut penelitian Balai Pengembangan dan Penelitian Mutu Perikanan (1996), kandungan omega-3 Bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/ mackerel (3.9%). Kandungan gizi Bandeng secara lebih lengkap dapat dilihat pada komposisi kimia yang terdapat pada Bandeng.

Tabel Komposisi Kimia Bandeng

Jenis Jumlah
Fat 0.06%
Protein 20.38 %
Phosphorus 53 mg %
Manganese 19.19 mg %
Sodium 12.0 mg %
Calcium 4.89 mg %
Pottassium 0.38 mg %
Omega-3 14.2 %
Lioleic Acid 1.25 %
Eicosapentanoic Acid (EPA) 3.39 %
Decosahexanoic Acid (DHA) 9.48 %
Energy 820.60 cal

Sumber: Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, 1996

 

Ikan Bandeng saat ini banyak diolah dalam bentuk bandeng asap, pindang dan bandeng presto. Ikan ini telah dikenal banyak mengandung duri-duri kecil dalam dagingnya, sehingga dapat mengurangi selera makan dan bahkan dapat membahayakan konsumen. Hal ini yang menyebabkan ikan bandeng kurang banyak diminati, walaupun dagingnya mempunyai rasa yang sangat gurih dan enak (Ibrahim, 1997). Salah satu bentuk pengolahan ikan bandeng menjadi otak-otak bandeng ini diharapkan dapat memenuhi selera konsumen dan dapat meningkatkan nilai tambah ikan bandeng.

Ikan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan bandeng otak-otak bandeng harus memiliki tingkat kesegaran yang tinggi sehingga produk otak-otak bandeng yang dihasilkan memiliki mutu yang lebih baik. Mutu produk yang dihasilkan tergantung dari bahan baku maupun proses pengolahan yang dilakukan. Berikut adalah ciri-ciri ikan segar yang bermutu tinggi maupun yang bermutu rendah.

Tabel Ciri-ciri Ikan Bermutu Segar dan Ikan Bermutu Rendah

Parameter Ikan Segar Bermutu Tinggi Ikan Segar Bermutu Rendah
Mata Cerah, bola mata menonjol, kornea jernih Bola mata cekung, pupil putih susu
Insang Warna merah cemerlang, tanpa lendir Warna kusam, dan berlendir
Lendir Lapisan lender jernih, transparan, mengkilat cerah, belum ada perubahan warna Lender berwarna kekuningan sampai coklat tebal, warna cerah hilang, pemutihan nyata
Daging dan Perut Sayatan daging sangat cemerlang,berwarna asli, tidak ada pemerahan sepanjang tulang belakang, perut utuh, ginjal merah terang, dinding perut dagingnya utuh, bau isi perut segar Sayatan daging kusam, warna merah jelas sepanjang tulang belakang, dinding perut membubar, bau busuk
Bau Segar, bau rumput laut, bau spesifik menurut jenis Bau busuk
Konsistensi Padat, elastis bila ditekan dengan jari, sulit menyobek daging dari tulang belakang Sangat lunak, bekas jari tidak mau hilang bila ditekan, mudah sekali menyobek daging dari tulang belakang

Sumber: SNI No.01-2729.1-2006

memiliki kandung Omega-3 tertinggi. Sebaliknya, ikan Bandeng adalah ikan biasa–biasa saja. Tak sehebat ikan Salmon yang begitu banyak diperbincangkan perihal keunggulannya.

Ikan Bandeng olahan yang menggiurkan…Akibatnya harga ikan Salmon sungguh luar biasa mahal dan hanya dijual di supermarket besar dan untuk segmen pasar menengah atas. Sementara, ikan Bandeng adalah ikan murahan yang dijajakan di pasar-pasar tradisional kelas bawah. Ironis bukan?

Jawabnya ternyata sederhana, yaitu promosi dan kepintaran menggarap pasar. Negara-negara produsen ikan Salmon dengan sengaja menggarap ‘brand’ ikan Salmon sebagai ikan berkualitas, mahal dan mewah. Berbagai media dipergunakan untuk mengangkat ‘derajat’ ikan tersebut dengan cara mencitrakan sebagai ikan yang luar biasa.

Bahkan, mereka membangun mitos, cerita dan analisis ilmiah untuk mendongkrak citra ikan Salmon menjadi ‘selangit.’ Hasilnya, memang sungguh luar biasa. Hampir semua orang di seluruh penjuru dunia mengenal ikan yang banyak terdapat diperairan Amerika tersebut sebagai ikan berkelas atas.

Cerita sebaliknya, justru terjadi pada ikan Bandeng. Meskipun potensi gizinya lebih baik dan budidaya produksinya lebih mudah. Ternyata, citra ikan Bandeng justru terpuruk dan berada di bawah. Ikan Bandeng justru dikenal sebagai ikan murahan yang dikesankan sebagai ikan ‘berbahaya’ kalau dimakan karena banyak durinya.

Ikan SalmonIndonesia sebagai salah satu negara produsen terbesar ikan Bandeng. Selama ini hanya dikenal sebagai eksportir ikan Bandeng untuk umpan pemancingan ikan Tuna yang harganya tentu murah. Tidak lebih dari itu. Mengenaskan memang!

Padahal, kalau mau serius menggarap citra ikan Bandeng sebagai ikan berkualitas yang murah (tapi tidak murahan), kita bisa menjadi penguasa dunia ikan konsumsi. Produksi ikan Bandeng yang melimpah tentu bisa menjadi andalan ekspor produk ikan budidaya.

Soal duri yang selama ini menjadi faktor negatif ikan Bandeng sebenarnya bukan lagi menjadi hambatan. Karena sudah bisa diproduksi ikan Bandeng tanpa duri atau bandeng cabut duri. Kita juga memiliki aneka cara dan teknik memasak ikan Bandeng. Yang selama ini telah melahirkan menu-menu bandeng bercita rasa tinggi, misalnya: Bandeng Presto, Otak-otak Bandeng, Bandeng Asap dan berbagai menu lainnya yang cukup menggiurkan selera.

Jadi, cerita lucu dan mengejutkan tentang ikan Bandeng ini hanyalah salah satu contoh betapa potensi perikanan, pertanian dan agribisnis lain yang demikian besar akhirnya tersisih dalam persaingan pasar dunia. Satu hal, hanya karena ketidakmampuan kita berpromosi dan menggarap pasar.

Ikan Bandeng (Latin: Chanos chanos atau Inggris: Milkfish) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki rasa yang spesifik, dan telah dikenal di Indonesia bahkan di luar negeri. Menurut penelitian Balai Pengembangan dan Penelitian Mutu Perikanan (1996), kandungan omega-3 Bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/ mackerel (3.9%). Kandungan gizi Bandeng secara lebih lengkap dapat dilihat pada komposisi kimia yang terdapat pada Bandeng.

Tabel Komposisi Kimia Bandeng

Jenis Jumlah
Fat 0.06%
Protein 20.38 %
Phosphorus 53 mg %
Manganese 19.19 mg %
Sodium 12.0 mg %
Calcium 4.89 mg %
Pottassium 0.38 mg %
Omega-3 14.2 %
Lioleic Acid 1.25 %
Eicosapentanoic Acid (EPA) 3.39 %
Decosahexanoic Acid (DHA) 9.48 %
Energy 820.60 cal

Sumber: Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, 1996

Ikan Bandeng saat ini banyak diolah dalam bentuk bandeng asap, pindang dan bandeng presto. Ikan ini telah dikenal banyak mengandung duri-duri kecil dalam dagingnya, sehingga dapat mengurangi selera makan dan bahkan dapat membahayakan konsumen. Hal ini yang menyebabkan ikan bandeng kurang banyak diminati, walaupun dagingnya mempunyai rasa yang sangat gurih dan enak (Ibrahim, 1997). Salah satu bentuk pengolahan ikan bandeng menjadi otak-otak bandeng ini diharapkan dapat memenuhi selera konsumen dan dapat meningkatkan nilai tambah ikan bandeng.

Ikan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan bandeng otak-otak bandeng harus memiliki tingkat kesegaran yang tinggi sehingga produk otak-otak bandeng yang dihasilkan memiliki mutu yang lebih baik. Mutu produk yang dihasilkan tergantung dari bahan baku maupun proses pengolahan yang dilakukan. Berikut adalah ciri-ciri ikan segar yang bermutu tinggi maupun yang bermutu rendah.

Tabel Ciri-ciri Ikan Bermutu Segar dan Ikan Bermutu Rendah

Parameter Ikan Segar Bermutu Tinggi Ikan Segar Bermutu Rendah
Mata Cerah, bola mata menonjol, kornea jernih Bola mata cekung, pupil putih susu
Insang Warna merah cemerlang, tanpa lendir Warna kusam, dan berlendir
Lendir Lapisan lender jernih, transparan, mengkilat cerah, belum ada perubahan warna Lender berwarna kekuningan sampai coklat tebal, warna cerah hilang, pemutihan nyata
Daging dan Perut Sayatan daging sangat cemerlang,

berwarna asli, tidak ada pemerahan sepanjang tulang belakang, perut utuh, ginjal merah terang, dinding perut dagingnya utuh, bau isi perut segar
Sayatan daging kusam, warna merah jelas sepanjang tulang belakang, dinding perut membubar, bau busuk
Bau Segar, bau rumput laut, bau spesifik menurut jenis Bau busuk
Konsistensi Padat, elastis bila ditekan dengan jari, sulit menyobek daging dari tulang belakang Sangat lunak, bekas jari tidak mau hilang bila ditekan, mudah sekali menyobek daging dari tulang belakang

Sumber: SNI No.01-2729.1-2006

Incoming search terms:

  • ciri ciri ikan bandeng segar
  • warna daging ikan bandeng
  • pertanyaan ikan bandeng
  • soal ikan bandeng
  • ciri ciri ikan bandeng
  • pertnyaan tentan ikan bandeng
  • ciri fisik daging ikan bandeng
  • ikan bandeng terbesar
  • rasa daging ikan bandeng
  • isi perut ikan bandeng

1 Comment on IKAN BANDENG (Chanos chanos)

  1. hermes replica wallet says:

    matter of personal preference. This one has minor blemishes, reflecting skirmishes with fellow crocs; I find that to make for a special sense of character, but for

Leave a Reply