10 Tanda Anak Mengalami Kelelahan

shutterstock

Anak kelelahan bisa mengganggu kesehatan dan konsentrasi belajarnya.

KOMPAS.com – Memang tak pernah ada angka yang persis mengenai seberapa banyak aktivitas yang harus dilakukan anak-anak. Atau, apakah aktivitasnya itu kurang membantunya belajar. Namun, makin berkembangnya kehidupan, anak-anak harus bisa mengejar dan memperkaya dirinya agar bisa berkompetisi di masa depan. Tak jarang, anak-anak diharuskan mengikuti beragam ekstrakurikuler dan les agar ia tak ketinggalan dari teman-temannya. Tentunya para orangtua bermaksud memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya.

Namun, apakah para orangtua ini pernah mempertimbangkan bahwa anak-anak bisa mengalami kelelahan akibat berbagai kegiatannya tersebut? Hati-hati, karena padatnya jadwal aktivitas akan membuat anak-anak tak bisa berkonsentrasi terhadap pelajaran di sekolah.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa buah hati Anda sedang mengalami kelelahan:
1. Jika pada dasarnya ia adalah anak yang periang dan ceria, tiba-tiba ia menjadi mudah marah, mudah ngambek, dan cemberut tanpa alasan.
2. Apakah ia bisa tertidur pulas di waktu tidurnya?
3. Apakah nilai-nilai pelajarannya menurun? Apakah ia bisa menyelesaikan pekerjaan rumahnya?
4. Apakah nafsu makannya tiba-tiba naik?
5. Apakah ia sering terlalu konsentrasi menatap televisi, seakan tak bisa diganggu sama sekali?
6. Ada keluhan sakit perut, pusing, atau penyakit-penyakit yang datang tanpa penyebab yang jelas?
7. Apakah ia pernah menggerutu bahwa ia bosan?
8. Pernahkah ia bertengkar dengan saudaranya dan mengeluh bahwa Anda atau pasangan Anda tak mencintainya seperti mencintai kakak atau adiknya?
9. Pernahkah ia terlupa untuk mengikuti kelas les?
10. Apakah jadwal ekstrakurikuler atau lesnya membuat keluarga lain kelelahan juga? Mungkin karena harus menjemputnya atau membersihkan alat-alatnya?

Jika anak Anda memiliki beberapa tanda-tanda di atas, ada baiknya Anda mengurangi atau mengatur kembali jadwal kegiatannya. Jangan sampai ia kekurangan waktu untuk bermain dan beristirahat, layaknya kegiatan anak-anak pada umumnya.

Leave a Reply