Senin, 17 Mei 2010 , 08:48:00
PENULIS BUKU : Jimmy menunjukkan bukunya yang ke-10. Dia banyak memaparkan penggunaan teknologi untuk membantu kegiatan religi masyarakat.

Jimmy Wahyudi Bharata adalah putra pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Johansyah Amin-Siti Djufaina. Pria kelahiran Agustus 1975 itu kini tinggal di Jakarta sebagai praktisi dunia maya. Pria ini sudah menulis 10 buku dan yang terakhir berjudul 25 Aplikasi Islami Mobile Populer, pada pertengahan bulan lalu.

PADA suatu Jumat, Jimmy melaksanakan salat di sebuah desa kecil di pegunungan Ciwidey, Jawa Barat. Di pintu masjid terlihat penuh sesak, karena dekat dengan tempat wudhu. Masjid itu terdapat dua pintu. Jimmy dan anaknya yang berusia hampir 3 tahun duduk dekat pintu satunya. Seorang jamaah mengambil tikar dan menggelarnya. Jimmy berpikir, luar biasa inisiatif pria muda itu sehingga jamaah 11 lainnya bisa ikut salat. Tak lama, satu pria lain ikut menggelar tikar dan menampung 8 jamaah lainnya.

Pria yang masih berdiri di depan pintu satunya pun ikut  mencari tikar. Tak kalah hebat inisiatifnya dengan pria pertama tadi. Ia bertanya kepada seorang ibu yang menjaga warung di sebelah masjid. Tak lama pria itu membawa beberapa tikar lagi. Mantap! Jika bangsa ini memiliki semangat seperti pria-pria muda itu tentu ekonomi negara tidak akan terpuruk.

Jimmy lalu berpikir, mungkin inilah kenapa Tuhan senantiasa mengingatkan dalam kalamnya yang suci, Al Quranul Karim kepada manusia untuk selalu berzakat. Manusia adalah sosok yang tidak luput dengan ketidaksempurnaan. Di dunia ini manusia diberi kesempatan untuk menyempurnakan ikhtiar, menyempurnakan amalan, dan menyempurkan diri untuk selalu kembali ke jalan sirath. Infak atau zakat, seperti gelaran tikar yang dapat dimanfaatkan untuk sesama memiliki banyak manfaat, dan meningkatkan derajat.

Memfasilitasi manusia untuk tetap ingat bahwa yang diberi dan memberi hanya sebuah roda yang tidak berarti apa-apa, jika tidak dijalankan, maka tidak akan mencapai sebuah tujuan yang sudah ditetapkan. Tak lama kemudian, azan pun berkumandang. Tanda salat Jumat siap didirikan. Kisah hikmah menarik lainnya dituangkan Jimmy dalam buku 25 Aplikasi Islami Mobile Populer.

Jimmy menjelaskan, teknologi kian memungkinkan umat Islam membawa Alquran dan Al Hadist maupun berbagai referensi lainnya dalam alat kecil seperti handphone. Buku ini menjadi menarik, karena memberikan informasi secara detail cara membawa berbagai referensi religius dalam handphone.  Buku ini bermanfaat bagi mereka yang ingin menjadi chairunnass yang tetap berjalan di Shiratal Mustaqiem.

Jimmy adalah jebolan SD Muhammadiyah Samarinda. Kini ia menjadi praktisi pengembangan dunia internet. Ia bercita-cita agar sahabat-sahabatnya di nusantara menjadikan media sebagai alternatif bertukar cerita, sharing ilmu, berwirausaha atau manfaat lainnya. “Hidup ini hanya sebentar, sayang kalau dilewatkan begitu saja. Isilah waktu dengan sesuatu yang bermanfaat,” motto Jimmy.

Jimmy tertarik menulis, bukan kebetulan atau terilhami oleh sesuatu. Bakatnya itu terbawa sejak masih duduk di bangku SD. Dia suka mengumpulkan pengetahuan praktis, dan merangkumnya dalam buku tulis. Dia juga suka membaca panduan-panduan singkat, seperti panduan penggunaan perangkat elektronik yang baru dibeli.  Suatu ketika, Jimmy diminta menulis buku panduan tentang sistem aplikasi yang digunakan di kantornya, sehingga ia harus belajar menulis panduan teknis.

Buku berjudul 25 Aplikasi Islami Mobile Populer adalah yang ke-10 ditulis Jimmy. Sembilan buku yang ditulis sebelumnya berjudul Kreatif dan Inovatif Mengolah Foto Digital, 101 Tip Trik Dunia Fotografi dan Seni Digital , Student Guide Series (SGS): Blog Foto, dan Student Exercise Series (SES): Blog Foto. Selain itu, SGS : Foto Video Go to School, Blog WordPress : Buku Kesatu, Blog WordPress : Buku Kedua, dan Kiat Menjadi Top Ten di Google dengan WordPress, One Stop for All : Facebook.

Sejumlah bukunya lebih banyak bersifat teknologi untuk duniawi. Jimmy pernah berdoa agar apa yang dipelajari akan dituangkan dalam bentuk buku. Dua tahun lalu, Elexmedia meminta Jimmy membuat buku bertema IT-Islami, sampai akhirnya ia belajar membuat aplikasi mobile bertema Islami. Dua tahun terakhir ini operator seluler juga banyak  menawarkan akses internet, di mana pengguna ponsel dapat mengakses lewat ponselnya. “Saya pikir, topik 25 Aplikasi Islami ini adalah saat yang tepat seperti cerita di awal tadi,” ujarnya.

Sekarang, ibarat jalan sudah ada tinggal kita yang mengisi konten-kontennya dengan aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Selanjutnya Jimmy ingin menulis aplikasi pertanian, pendidikan atau lainnya.

Kalau hitung-hitungan biaya menulis, nyaris tidak ada. Ongkos cetak sudah ditanggung penerbit. Dia hanya setor tulisan dalam bentuk file dokumen yang tentu perlu persetujuan penerbit. Proses awalnya, penulis mengirimkan matrik dan proposal yang dibuat dan dikirim ke redaksi, sebelum buku disetujui dan sebelum buku tersebut ditulis.

Menurut pengalaman Jimmy, yang tersulit adalah memilih tema yang sesuai selera penerbit. Sekarang penerbit agak pilih-pilih menerbitkan buku. Menurut penulis bagus, tapi belum tentu menurut penerbit bagus. Yang jelas, potensi pasarnya juga bagus.

Satu buku sudah diterjemahkan ke bahasa Malaysia berjudul SGS Blog Foto. Buku menunjukkan angka berbeda, bahkan ada satu judul buku yang cetak ulang. Untuk mendapatkannya selain melalui toko buku, bisa juga melalui toko buku online di Google. “Menulis buku, awalnya memang susah. Tapi kalau sudah tahu ilmunya, lama-lama jadi ketagihan,” ujarnya.

Jimmy member tips belajar menulis buku. Pertama katanya, niatkan dalam sehari atau seminggu atau sebulan membuat satu tulisan. Temanya apa aja, terserah asal fokus. Pilih waktu yang nyaman untuk menulis. Kalau Jimmy biasanya pukul 03.00 – 04.00  dini hari, karena saat sepi dan mudah konsentrasi.

Kedua lanjutnya, selalu bawa dan siapkan pena beserta buku kecil dalam saku, minimal kertas. Fungsinya kalau tiba-tiba ada ide tentang tulisan yang ingin dikembangkan, bisa langsung dicatat poin-poinnya. Jimmy kalau ada ide langsung ditulis kata kuncinya di ponsel, kalau bisa jadi artikel dengan membuat draftnya saat itu juga di ponsel, kemudian di-email.

Yang ketiga katanya, buatlah outline buku. Kumpulkan dari kata kunci itu, menjadi outline. Kuasai teknis penulisannya. “Keempat, ajukan ke penerbit, bisa melalui email. Kelima, mulailah dengan membuat blog. Dengan media ini selain melatih tulisan, juga dapat sharing ide atau tukar pendapat dengan pengunjung yang ada,” ujarnya.

Berikutnya kata Jimmy, kumpulkan dan kembangkan bahan tulisan. Kalau sehari bisa menulis satu-dua lembar halaman buku, asal sehari bisa konsisten menulis satu halaman, dalam 3 bulan sudah bisa menyelesaikan satu buku kurang lebih 100-an halaman. “Terakhir, untuk membantu kerangka tulisan, Anda dapat mengikuti kaidah what, who, where, when dan how agar tulisan tersusun dengan konsep yang jelas, terstruktur dan rapi,” ujarnya. (sukrie sikki)



Incoming search terms:

  • aplikasi apa yang jika azan tiba bisa berkumandang di Hp

Leave a Reply